Selasa, 27 Mei 2014

Rumah baru


Rumah Baru dan Para Penghuninya



Sudah hampir enam bulan semenjak saya pindah kerumah saya yang baru, semenjak itu pula lah “mereka” hanya sesekali datang dan sebentar saja mengobrol atau sengaja usil kalau saya sedang berada di teras rumah menikmati angin malam, dan rasa kantuk yang belum juga datang, sepi memang tempat yang saya tempati sekarang tidak terlalu ramai bahkan waktu disiang hari sekalipun… terkecuali sore hari itupun hanya sejam atau dua jam sebelum maghrib para ibu-ibu dan anak-anaknya sering berkumpul di depan rumah saya dan saling bergosip ria dengan ibu saya.

malam itu seperti malam biasanya sepi dan dingin ketika saya baru pulang sekitarjam 12 malam, hanya bunyi kwh pln tetangga yang berbunyi beep beep tanda token listriknya sudah mau habis menyambut kedatangan saya kerumah, karena saya lupa membawa kunci dan dengan terpaksa membangunkan ibu saya yang sudah terlena dengan mimpi indahnya di kamarnya, setelah pintu dibuka dan saya memasuka motor. saya pun membuat kopi dan membawanya keluar untuk saya minum didepan teras rumah sambil menikmati pohon seri yang bergoyang tanpa tertiup angin dan siapa tau “mereka” akan datang.

10 menit sudah saya berada di teras rumah sambil memainkan hp dan beberapa kali saya liat lalu lalang para penghuni malam yang sedang asyik bermain-main di pohon seri depan rumah saya, serta beberapa makhluk yang sudah populer di tv seperti kuntilanak, pocong, genderewo dan lain-lainnya, di samping rumah saya sekitar 20 meter ada rumah kosong dan nampak jelas sekali terlihat karena rumah kosong dan rumah saya itu tidak terhalang oleh apapun.

ketika mata saya tertuju kebangunan rumah kosong tersebut samar terlihat sebuah cahaya hitam bulat sebesar kepalan tangan pria dewasa menabrak kaca rumah kosong tersebut dan perlahan namun pasti saya perhatikan terus arah jatuhnya cahaya hitam tersebut, saya pikir mungkin kelelawar yang salah tempat landasan hingga menabrak kaca rumah itu, namun tidak terdengar suara benturan benda yang ditabrak atau bunyi kaca pecah, semenit kemudian ketika saya masih mencari jawaban atas cahaya hitam tadi ternyata jawaban itu muncul dengan sendirinya….

bayangan itu awalnya terlihat samar-samar namun setelah diperhatikan dengan seksama ternyata duduk seorang pemuda sambil memegang kedua lututnya sambil menundukan muka seperti kebingungan, rupanya penghuni baru datang mencari tempat untuk tinggal disini, namun yang bikin bulu semua bulu saya berdiri ketika melihat bagian tangan dan kakinya yang pada bolong seperti bolong-bolong dibatu karang, melihat pemandangan seperti itu saya pun terdiam hampir satu menit dan buru-buru masuk kedalam ketika makhluk itu akan mengangkat mukanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar