Sabtu, 17 Agustus 2013

III.MENGENAL AESAN PENGANTIN KOTA PALEMBANG

III.MENGENAL AESAN PENGANTIN KOTA PALEMBANG


AESAN GEDE




Salah satu busana pengantin adat Palembang adalah gaya Aesan Gede. Sebagaimana namanya busana ini merupakan busana kebesaran raja Sriwijaya yang kemudian diterjemahkan sebagai busana pengantin Palembang. Warna merah jambu (pink) dipadu dengan keemasan mencerminkan keagungan bangsawan. Gemerlap perhiasan dan mahkota dipadukan baju dodot dan kain songket mempertegas keagungannya.

Keindahan gaya busana aesan gede memang tak terbantahkan. Mencitrakan keanggunan sosok bangsawan. Gemerlap perhiasan warnah merah keemasan tentunya menjadi pusat perhatian. Mahkota Aesan Gede, bungo cempako, kembang goyang, kelapo standan, merefeksikan kejayaan dan keragaman budaya semasa kejayaan Sriwijaya. Baju dodot dipadu kain songket lepus bermotif napan perak menjadi salah satu keunikannya.

Keindahan busana pengantin palembang semakin sempurna kala beradu dengan gemerlap perhiasan warna keemasan yang terdapat di tangan, kaki dan leher. Misalnya seperti gelang gepeng, gelang kano dan gelang sempuru yang terdapat di tangan pengantin wanita, serta kalung tapak jajo yang menghiasi leher. Tak ketinggalan, cincin, saputangan segitigo, gelang kaki dan selop terbuat dari songket/beludru bersulam serta pending di pinggang.


Keagungan busana pengantin palembang sebagai salah satu warisan budaya kerajaan Sriwijaya juga hadir pada pengantin pria gaya Aesan Gede. Sarung songket dan celana satin bersulam benang emas yang dipadankan dengan perhiasan berwarna keemasan menciptakan sebuah keindahan yang tak terbantahkan. Gemerlap dan kilauan emas yang terpancar pada sarung songket memberikan nilai tersendiri. Sama halnya dengan pengantin wanita, pengantin pria pun mengenakan saputangan segitigo, gelang, pending dan selop bersulam

II.Mengenal Adat Perkawinan Palembang

II.Mengenal Adat Perkawinan Palembang

Saat akan memasuki jenjang pernikahan menurut adat istiadat perkawinan Palembang, banyak tahap yang mesti dilalui. Ketika mencari calon mempelai, wakil dari keluarga laki-laki memulainya dengan melakukan kunjungan 'terselubung' ke rumah si gadis. Kunjungan tersebut untuk meneliti apakah si gadis pantas menjadi istri dilihat dari kecantikan, tabiat, ketaatan ibadah dan kepandaiannya.
Utusan yang berkunjung itu haruslah orang yang berpengalaman dan lues dalam berkomunikasi. Karena demikian lues dan piawainya, keluarga yang dikunjungi tidak mengerti bahwa kunjungan itu sebenarnya bukan silahturahmi biasa, tapi sedang terjadi suatu 'penyelidikan'. Peristiwa ini disebut madik. Utusan yang telah melakukan madik, selanjutnya ditugasi mengulang kunjungan untuk memastikan keadaan si gadis. Apakah masih kosong atau sudah ada yang melamar.

Utusan menanyakan status si gadis kepada orangtua dan pihak keluarganya dalam bahasa sindiran : "Seperti buah itu, apakah ada yang menyenggung atau belum?" Jika sudah ada yang menyenggung pembicaraan tak dilanjutkan. Tapi jika belum pembicaraan dilanjutkan ke arah yang lebih serius. Lain halnya jika orangtua si gadis belum siap menikahkan anak gadisnya karena alasan usia. Berarti harus mendapatkan informasi dari keluarga lainnya. Semua hasil pembicaraan harus dilaporkan kepada pengutus.

1. PENYELIDIKAN TERHADAP SANG GADIS

    Calon mempelai perempuan masih harus "diselidiki" oleh utusan pihak keluarga calon laki-laki. Arti kata "selidik" bukan melambangkan kecurigaan, melainkan pendekatan yang dilakukan oleh keluarga calon mempelai laki-laki dan memastikan bahwa calon mempelai perempuan belum ada yang meminang. Prosesi ini dikenal dengan nama Madik, berasal dari bahasa Jawa Kawi yang berarti mendekat atau pendekatan

2. Madik

Dalam tradisi madik ini keluarga calon mempelai pria yang biasanya diwakilkan oleh kerabat yang dituakan dalam keluarga mempelai pria berkunjung ke rumah calon mempelai wanita demi untuk memastikan bahwa calon mempelai wanita memang benar-benar telah siap untuk menjadi istri dari mempelai pria sekaligus memastikan bahwa calon mempelai wanita tidak sedang terikat tali perkawinan atau dalam keadaan dipinang oleh pria lain.

Ketika berkunjung ini, utusan dari keluarga calon mempelai pria biasanya membawa beberapa tenong atau songket yang berbentuk bulat terbuat dari anyaman bambu, juga beberapa tenong berbentuk songket segi empat dibungkus dengan kain batik bersulam benang emas yang berisi bahan makanan, seperti : mentega, telur, gula untuk diserahkan kepada keluarga calon mempelai wanita sebagai oleh-oleh atau buah tangan. Karena bawaan ini bersifat tidak resmi dan hanya sebagai buah tangan saja maka tidak ada aturan baku dalam hal apa saja barang yang harus dihadiahkan kepada keluarga calon mempelai wanita.
3. Menyenggung

Secara keseluruhan dalam prosesi menyanggung ini sebenarnya hampir sama dengan ketika madik yakni calon mempelai pria kembali mengutus kerabat yang mereka percaya untuk datang ke rumah keluarga calon mempelai wanita sambil kembali membawa oleh-oleh kepada keluarga calon mempelai wanita. Yang berbeda dari prosesi menyanggung ini hanyalah bahwa pada kedatangan kali ini kedua belah pihak akan membicarakan kesepakatan dan mengatur tanggal kedatangan berikutnya untuk melamar.Proses adat ini bernama Menyenggung atau Senggung yang berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya "pagar". Prosesi ini bertujuan agar si gadis tidak diganggu lagi oleh senggung (sebangsa musang) sebagai kiasan tidak diganggu oleh laki-laki lain. Keluarga besar laki-laki mengirimkan utusan resmi kepada pihak keluarga si gadis dengan membawa tenong (keranjang antaran) atau sangkek terbuat dari anyaman bambu berbentuk bulat atau segi sempat berbungkus kain batik bersulam emas berisi makanan, bisa juga berupa telur, terigu, atau mentega sesuai keadaan keluarga si gadis.
4. Meminang / Melamar

Kalau pada prosesi madik dan menyanggung keluarga calon mempelai pria hanya mengutus salah satu keluarga mereka, maka dalam melamar ini seluruh anggota keluarga termasuk orang tua calon mempelai pria akan datang lengkap ke rumah calon mempelai wanita dengan barang-barang bawaan berupa kain terbungkus dengan sapu tangan diletakkan diatas nampan, berikut 5 tenong berisi gula, gandum, juadah, buah-buahan dan lain sebagainya. Jumlah songket atau tenong selalu ganjil. Barang bawaan lebih lengkap berupa kain, baju, selendang, alat perhiasan, tas, kosmetik, selop, sepatu dan sebagianya. Juga disertai pisang setandan sebagai lambang kemakmuran. Rombongan tersebut kemudian sesampainya dirumah calon mempelai wanita akan mengutarakan maksud kedatangannya kali ini yakni untuk melamar atau meminang. Apabila lamaran diterima barulah kemudian barang-barang tersebut diserahkan kepada keluarga dari calon mempelai wanita.
5.Mutus Kato dan Berasan

Dalam memutus kato ini untuk kali keempatnya keluarga calon mempelai pria datang ke rumah calon mempelai wanita yang bertujuan untuk bermusyawarahnya kedua keluarga dalam menentukan hari dan tanggal untuk pernikahan anak mereka. Pihak yang datang biasanya adalah keluarga dekat calon mempelai serta 9 orang wanita dengan membawa tenong. Utusan yang diwakili juru bicaranya menyampaikan kata-kata indah kadang berupa pantun. Selanjutnya para utusan melakukan upacara pengikatan tali keluarga, yakni dengan mengambil tembakau setumpuk dari sasak gelungan (konde) dan dibagi-bagikan pada para utusan dan keluarga. Kedua belah pihak mengunyah sirih dengan tembakau yang artinya kedua keluarga tersebut telah saling mengikat diri untuk menjadi satu keluarga.
6. Menentukan persyaratan dan tata cara pelaksanaan perkawinan

Jika menyepakatinya berdasarkan syariat agama, berarti kedua pihak bersepakat tentang mahar atau mas kawin. Sedangkan menurut adat istiadat, kedua pihak akan menyepakati adat apa yang akan dilaksanakan, karena masing-masing memiliki perlengkapan dan persyaratan sendiri.

7. Menentukan hari pernikahan dan munggah

Yaitu tepat pada saat cahaya bulan sedang cantik menyinari bumi, agar cahayanya menjadi penerang kehidupan kedua mempelai. Proses adat inilah yang dinamakan Mutuske Kato, yaitu saat keluarga memutuskan Hari Nganterke Belanjo, Hari Pernikahan, Munggah, Nyemputi dan Nganter Pengantin, Ngalie Turon, Bercacap atau Mandi Simburan atau Beratib. Saat proses adat ini, keluarga laki-laki mendatangi pihak perempuan dengan membawa 7 tenong yang berisi gula pasir, terigu, telur itik, pisang, dan buah-buahan lain. Selain membuat beberapa keputusan, pihak laki-laki juga memberikan persyaratan adat yang telah disepakati pada acara Berasan. Mutuske Kato ditutup dengan doa keselamatan dan permohonan kepada Tuhan agar pelaksanaan perkawinan berjalan lancar. Dilanjutkan dengan acara sujud calon pengantin perempuan kepada calon mertua, yang dibalas dengan pemberian emas sebagai tanda cinta. Ketika utusan dari pihak pria ingin pulang, 7 tenong pihak laki-laki ditukar oleh pihak perempuan dengan isian aneka jajanan khas Palembang untuk dibawa pulang.

8. Serah-serahan

Tradisi yang mirip tradisi Jawa ini, disebut Nganterke Belanjo. Prosesi ini banyak dilakukan oleh kaum perempuan, sedangkan kaum laki-laki hanya mengiringi saja. Bentuk gegawaan yang disebut Masyarakat Palembang sebagai "adat ngelamar" , dibawa oleh pihak laki-laki (sesuai kesepakatan) untuk pihak perempuan antara lain berupa sebuah ponjen warna kuning berisi duit belanjo (uang belanja) yang diletakkan dalam nampan, sebuah ponjen warna kuning berukuran lebih kecil berisi uang pengiring duit belanjo, 24 ponjen yang leberukuran lebih kecil dan berwarna kuning berisi koin-koin logam sebagai pengiring pengantin duit belanjo, selembar selendang songket, baju kurung songket, sebuah ponjen warna kuning berisi uang "timbang pengantin" , 12 nampan berisi aneka macam barang keperluan pesta, serta kembang setandan yang ditutup kain sulam berenda. Selain itu, diantarkan pula enjukan atau permintaan yang telah ditetapkan saat Mutuske Kato, yaitu berupa salah satu syarat adat pelaksanaan perkawinan sesuai kesepakatan.

9. Melakukan Ritual

Calon pengantin biasanya melakukan beberapa ritual yang dipercaya berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan, dan juga lambang magis yang dipengaruhi kepercayaan tradisional. Rangkaian ritual tersebut dimulai dari betanggas yaitu mandi uap, lalu ada bebedak, kemudian berpacar, yaitu diberikan pacar(sejenis kutek) pada seluruh kuku tangan dan kaki, juga telapak tangan dan telapak kaki yang disebut pelipit. Kesan merah pada pacar berguna untuk mengusir segala jenis makhluk halus, dan pacar sendiri dipercaya mempunyai kekuatan magis untuk memberi kesuburan bagi pengantin perempuan.

10. Akad Nikah / Perkawinan

Seperti pernikahan pada umumnya, prosesi ini akan dihadiri oleh kerabat dari kedua mempelai dan adanya mas kawin dari mempelai pria yang akan diserahkan kepada mempelai wanita. Mas kawin yang diserahkan biasanya berupa perhiasan atau barang lain sesuai dengan apa yang diminta oleh keluarga pihak wanita dan telah disetujui pihak pria. Pengantin pria dibawa masuk ke ruangan, lalu penghulu memimpin pelaksanaan akad nikah.
11.Mengarak Pacar


Mengarak Pacar adalah penutup dari sekian tahap prosesi dalam adat pernikahan di palembang yang intinya berisikan acara arak-arakan rombongan keluarga mempelai pria ke rumah mempelai wanita. Ketika sampai di rumah mempelai wanita dan disambut oleh ibu mempelai wanita para sesepuh yang dituakan di pihak mempelai wanita kemudian akan menaburkan beras yang telah dicampur denagan uang recehan kepada mempelai pria beserta rombongannya. Perlengkapan yang digunakan dalam prosesi mengarak pacar ini sendiri antara lain seperti perahu yang dihiasi ornamen yang indah, lampu warna-warni, alat musik tabuh-tabuhan, keris pusaka, nampan serta kain sutra emas.

I.STRATIFIKASI SOSIAL MASYARAKAT KOTA PALEMBANG

I.STRATIFIKASI SOSIAL MASYARAKAT KOTA PALEMBANG

Sriwijaya adalah sebuah negara maritim yang mempunyai hubungan perdagangan internasional. Para pedagang dari berbagai bangsa, seperti Cina, anak benua India (Gujarat, Urdu-Pakistan, dan Tamil), Sri Lanka, dan Campa datang ke Sriwijaya. Bukan tidak mungkin terjadi perkawinan campur antara para pedagang asing tersebut dengan penduduk asli Sriwijaya. Hal ini dapat kita simpulkan dari berita I-Tsing yang menyebutkan banyaknya kapal asing yang datang ke Sriwijaya. Para pelaut ini tinggal beberapa lama di Sriwijaya menunggu datangnya pergantian angin yang akan membawa mereka berlayar menuju tempat tujuan. Jelaslah bahwa transportasi laut dan Sungai Musi di Palembang sangat membantu Sriwijaya dalam mengembangkan pertumbuhan ekonominya.

Patung Siwa yang ditemukan di Jawa Barat
Dengan kenyataan ini, masyarakat Sriwijaya diperkirakan sangat majemuk. Mereka juga telah mengenal pembagian (stratifikasi) sosial walaupun tidak begitu tegas. Hal ini bisa kita lihat dari beberapa istilah dalam Prasasti Kota Kapur yang menunjukkan kedudukan para bangsawan terdiri dari para putera raja dan kerabat istana. Adanya istilah yuwaraja (putra mahkota), pratiyuwaraja (putra raja kedua), dan rajakuman (putra raja ketiga) menunjukkan hal itu. Ditemukan juga istilah-istilah yang berkaitan dengan pekerjaan atau jabatan tertentu seperti jabatan nahkoda kapal yang disebut puhavam atau puhawan, bupati, dan senopati. Prasasti Kota Kapur juga menggambarkan adanya kelompok masyarakat yang memiliki profesi tertentu sebagai tenaga kerja, seperti saudagar, tukang cuci, juru tulis, pembuat pisau, dan budak-belian yang dipekerjakan oleh raja.
Sebagai negara maritim, diyakini bahwa perdagangan merupakan bidang andalan Sriwijaya. Hal ini bisa dilihat dari letak geografisnya yang berada di tengah-tengah jalur perdagangan antara India dan Cina. Apalagi setelah Selat Malaka berhasil dikuasai Sriwijaya, banyak kapal asing yang singgah di pelabuhan ini untuk menambah perbekalan (nasi, daging, air minum), beristirahat, dan melakukan perdagangan. Untuk mengontrol aktifitas perdagangan di Selat Malaka, penguasa Sriwijaya membangun sebuah bandar di Ligor (Malaysia). Hal ini diketahui dari Prasasti Ligor yang bertahun 775 M.
Alat batu penggiling (peninggalan budaya megalitikum zaman prasejarah) serpihan emas yang digunakan pada abad ke- 7 pada masa Sriwijaya; terlihat bahwa profesi pendulang emas telah ada pada masa itu

Pengiriman hadiah dari pedagang dan upeti dari raja-raja taklukan kepada raja Sriwijaya merupakan ketentuan hukum. Sriwijaya sebagai tuan rumah sekaligus negara niaga dan maritim, yang sering dikunjungi oleh pedagang asing maka Sriwijaya berhak menentukan jumlah atau harga pajak yang harus dipatuhi oleh para pedagang bersangkutan. Selain perdagangan, rakyat Sriwijaya mengandalkan pertanian. Hal ini bisa kita simpulkan dari tulisan Abu Zaid Hasan, pelaut Persia, yang mendapat keterangan dari seorang pedagang Arab bernama Sulaiman. Abu Zaid Hasan menceritakan bahwa Zabaq (Sriwijaya) memiliki tanah yang subur dan wilayah kekuasaan yang luas hingga ke seberang lautan. Dengan tanah yang subur, Sriwijaya kemungkinan memiliki hasil pertanian yang cukup diminati para pedagang asing. Apalagi wilayah Sriwijaya demikian luas hingga mencapai ke pedalaman Sumatera dan Jawa. Sementara itu, masalah penguasaan tanah pada masa Sriwijaya dapat dilihat dari Prasasti Kedukan Bukit yang membahas taman Sriksetra. Diduga, masalah kepemilikan tanah ini sepenuhnya hak raja. Kehidupan ekonomi dan sosial Kerajaan Melayu tak jauh berbeda dengan Sriwijaya. Kaum bangsawannya memeluk Buddha, masyarakatnya sebagian besar memeluk keyakinan tradisional.

SBSM

KEBAHAGIAAN ITU SIMPLE ,CUKUP BERBAGI ,SALING SETIA , DAN MENCINTAI ;;)

SBSM

KEBAHAGIAAN ITU SIMPLE ,CUKUP BERBAGI ,SALING SETIA , DAN MENCINTAI ;;)

Monokotil

Tumbuhan Monokotil

Keladi
Jagung
Bawang
Nanas
Melinjo



 Kelapa ( Cocos nucifera )

Bentuk akar     : Akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol
Batang             : Batang beruas-ruas  , khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik),
Daun                : Daun tersusun secara majemuk, menyirip sejajar tunggal
Bunga              : Bunga tersusun majemuk
Buah                : Buah besar, diameter 10 cm sampai 20 cm atau bahkan lebih, berwarna kuning,
 hijau, atau coklat
2.      
Keladi 
Batang : metamorphosis batang membentuk umbi.
Akar : akar dari keladi membentuk serabut , putih.
Bunga : tanaman keladi berbunga majemuk , dan berbentuk bongkol
Biji : pada tanaman keladi tidak ditemukan adanya biji.
Buah : pada tanaman keladi tidak ditemukan adanya buah.
Daun : daunnya berbentuk perisai yaitu mempunyai tangkai daun
3.      Jagung ( Zea mays )

Akar (radix) :
Jagung memilikki sistem akar serabut (radix adventicia) yaitu akar lembaga yang dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besarnya dan semuanya keluar dari pangkal batang
Batang (caulis) :
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, Batangnya beruas-ruas terbungkus oleh pelepah daun yang berasal dari buku-bukunya
Daun (folium) : Jagung memilikki daun yang sempurna/lengkap karena memilikki helaian daun (lamina),tangkai daun (petiolus),dan upih/pelepah daun (vagina).
Bunga (flos) : Bunga pada jagung digunakan untuk alat perkembangbiakkan, jagung memilikki dua jenis bunga (jantan dan betina) yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious).
Buah (fructus) : Buah pada jagung merupakan buah sejati tunggal yang kering

4.Bawang merah ( Allium cepa L )
Akar : akarnya serabut berbentuk benang berwarna putih .
Batang : pada subang atau cakram merupakan batang yang sesungguhnya hanya kecil dengan ruas-ruas yang amat pendek
Daun : daun tunggal , tebal , lunak , berdaging , dan memeluk umbi lapis.
Bunga : majemuk , bentuk bongkol, bertangkai silindris
Buah : bulat , batu , hijau.
Biji : bentuknya  segitiga berwarna hijau

5.Lengkuas (Alpina galangal )
Akar : rimpang besar dan tebal , berbentuk silindris diameter sekitar 2-4cm dan bercabang-cabang.
Batang :memiliki batang semu, batangnya tegak tersusun oleh pelepah-pelepah daun
Bunga : merupakan bunga majemuk berbentuk lonceng berbau harum
Buah :  buahnya berupa buah buni ,berbentuk bulat dan keras
Biji  : bijinya kecil-kecil  berbentuk lonjong dan berwarna hitam.

6.Nanas ( Ananas comosus L )
Daun : daunnya berkumpul dalam roset akar dan pada bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah .
Bunga : bunga majemuk dan dan bertangkai panjang.
Buah   : buahnya buni majemuk, bulat panjang berdaging berwarna hijau, jika masak warnanya menjadi warna kuning.
Biji       : bijinya kecil seringkali tidak jadi.

7.Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.)
Akar       :berakar serabut
batang :sangat pendek, struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling
                menopang
daun      : sempurna dengan pelepah tegak, daun berbentuk lanset, warna hijau muda hingga hijau
                 tua, berurat daun sejajar
bunga   : tersusun majemuk, tipe malai bercabang, satuan bunga disebut floret
buah      : tipe bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya, bentuk hampir
                bulat hingga lonjong

8.Pinang
Batang :  lurus langsing, dapat mencapai ketinggian 25 m dengan diameter lk 15 cm,
daun    :berbentuk tabung dengan panjang 80 cm, tangkai daun pendek; helaian daun panjangnya
              sampai 80 cm, anak daun 85 x 5 cm, dengan ujung sobek dan bergerigi
bunga   : seludang (spatha) yang panjang dan mudah rontok, muncul dibawah daun, panjang lebih  
               kurang 75 cm
Buah    : buni bulat telur terbalik memanjang, merah oranye, panjang 3,5 - 7 cm, dengan dinding buah  
             yang berserabut
Biji       :  berbiji 1 berbentuk telur, dan memiliki gambaran seperti jala.

9.Melinjo (Gnetum gnemon Linn.)
Biji : Bijinya tidak terbungkus daging tetapi terbungkus kulit luar.
Daun : Daunnya tunggal berbentuk oval dengan ujung tumpul
Bunga : tidak menghasilkan bunga dan buah sejati karena bukan termasuk tumbuhan berbunga
Buah   : sebenarnya adalah biji yang terbungkus oleh selapis aril yang berdaging

10.salak (Salacca zalacca)
Batang :  menjalar di bawah atau di atas tanah, membentuk rimpang, sering bercabang, diameter 10-
                 15 cm.
Daun     : majemuk menyirip, panjang 3-7 m; tangkai daun, pelepah dan anak daun berduri panjang,
                 tipis dan banyak, warna duri kelabu sampai kehitaman
bunga   : terletak dalam tongkol majemuk yang muncul di ketiak daun, bertangkai, mula-mula  
                 tertutup oleh seludang
Buah      : tipe buah batu berbentuk segitiga agak bulat atau bulat telur terbalik, runcing di pangkalnya dan membulat di ujungnya, panjang 2,5-10 cm, terbungkus oleh sisik-sisik berwarna kuning coklat sampai coklat merah mengkilap yang tersusun seperti genting, dengan banyak duri kecil yang mudah putus di ujung masing-masing sisik. Dinding buah tengah (sarkotesta) tebal berdaging, kuning krem sampai keputihan; berasa manis, masam, atau sepat. Biji 1-3 butir, coklat hingga kehitaman, keras, 2-3 cm panjangnya


















Tumbuhan Dikotil



Jeruk


Belimbing




Mangga




Rambutan



Anggrek


Tugas biologi kelas X

LEMBAR KERJA SISWA 
Vermes
Standar Kompetensi      : 3. Memahami manfaat keanekaragaman Hayati .
Kompetensi Dasar          3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri filum dalam dunia Hewan dan peranannya
                                                 bagi kehidupan

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !


1. Tuliskan ciri –ciri umum dari Platyhelminthes 
    .............................................................................................................................
    .............................................................................................................................
    ............................................................................................................................
    .............................................................................................................................
     
2. Tuliskan 3 kelas yang termasuk phylum platyhelminthes. Berikan contoh masing-
   masing
   ....................................................................................................................................
   ...................................................................................................................................
   ..................................................................................................................................
   ...................................................................................................................................
   .................................................................................................................................
3. Perhatikan daur hidup Fasciola hepatica berikut ini. Jelaskan



4. Perhatikan daur hidup cacing pita babi ( Taenia solium ) dibawah ini . Jelaskan 
   
   




    5. Tuliskan ciri-ciri umum Nemathelminthes
                   ................................................................................................................................
                   ................................................................................................................................
                   ................................................................................................................................
                   ................................................................................................................................
                   ................................................................................................................................
   




       

6. Lengkapi tabel  dibawah ini
   
No.    Nama cacing    Nama spesies    inang
1.      Cacing perut     ...............................
2.      Cacing kremi
3.      Cacing filaria    ........................................
4.      Ancylostoma duodenale.......................................


    7. Buatlah siklus hidup cacing perut ( Ascaris lumbricoides ) dan jelaskan !
     ...............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
............................................................................................................................................
8. Jelaskan siklus hidup cacing tambang ( Ankilostoma duodenale )
.............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................

9.  Perhatikan dan lengkapi bagan  dibawah ini
                                               
                                             1. Oligochaeta   contoh  .........................                 
     
                                                                                   1....................
          Annelida          2. Polychaeta   contoh   2.....................
                                                                                    3.......................

                                                                                   1........................
                  3. Hirudinae   contoh     2........................       
                                      3    ,.....................
   
                Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat !
   
    1. Telur yang fertil pada Fasciola hepatica dapat mencapai tempat yang basah dan  
                   menetas menjadi larva yang bersilia disebut .....................
    2. Trematoda dapat menjadi parasit pada manusia melalui inang perantara ikan dan
                   keong adalah.....
    3.  Cestoda mempunyai alat hisap yang disebut .........
    4.  Larva cacing pita pada usus babi disebut........
    5.  Nemathelminthes yang larvanya menembus kaki manusia adalah,..............
    6.  Cacing yang berperan untuk membantu menyuburkan atanah adalah ..........  termasuk
                    kelas ....
    7  Annelida yang mempunyai zat anti koagulan adalah..........
    8. Klitelium pada Oligochaeta berfungsi untuk ..........
     9. Peranan annelida adalah ...................